Berhenti Berharap pada "Keajaiban" Viral. Banyak owner kuliner terjebak dalam siklus kelelahan: Cabang makin banyak, tim makin besar, tapi owner makin pusing dan saldo di rekening tidak sinkron dengan ramainya antrean. Kenapa? Karena bisnis Anda berjalan di atas intuisi, bukan sistem.
Di kelas ini, kita tidak akan belajar cara membuat konten atau iklan (hal teknis seperti itu serahkan saja ke freelancer atau agency karena waktu Anda sangat berharga). Kita akan belajar membangun Departemen Marketing yang bekerja secara otomatis untuk mendatangkan profit, bukan sekadar pujian.
Ribuan pengusaha kuliner telah membuktikan: marketing yang terencana, terukur, dan dijalankan oleh tim yang solid adalah kunci pertumbuhan berkelanjutan. Di course ini, Anda tidak hanya diajari teori—Anda akan dibimbing langkah demi langkah membangun fondasi tim marketing dari nol, merancang program yang sesuai dengan karakter bisnis Anda, hingga mengoptimasi setiap strategi berdasarkan data.
Tak perlu lagi coba-coba. Tak perlu lagi ikut-ikutan. Semua materi disusun secara sistematis oleh praktisi yang telah bertahun-tahun membantu brand kuliner besar maupun kecil melesat. Dari pemilihan KPI, budgeting, hingga evaluasi mingguan—semua dibongkar dengan jelas.
InsyaAllah, setelah ini Anda tidak hanya paham, tapi mampu memimpin tim internal yang menghasilkan profit konsisten tanpa harus bergantung pada asumsi.
Saya Bapackamat, saya pernah merasakan lelahnya menjadi 'otak' satu-satunya di bisnis. Setelah bertahun-tahun trial and error, saya akhirnya ikutan banyak program mentoring dan coaching untuk membenahi sistem bisnis, dari pengalaman gagal dan belajar itu saya bangun sistem yang membuat tim saya bekerja otomatis bahkan tanpa saya hadir. Sekarang saya bantu ratusan UMKM terutama di industri FnB lepas dari jebakan operasional yang menyiksa.
Saya dulu asal-asalan dengan marketing. Setelah ikut course ini, saya paham cara merekrut tim kecil yang fokus. Kini setiap kegiatan marketing ada datanya, dan omzet kami naik 85% hanya dalam 3 bulan. Benar-benar worth it!
Sebelumnya kami pakai agensi mahal. Setelah belajar, saya berani bentuk tim internal 3 orang. Hasilnya, campaign lebih terarah dan biaya marketing turun drastis sampai Rp40 juta per bulan, tapi performa justru lebih baik.
Yang paling berdampak adalah pelajaran soal A/B testing. Dulu kami cuma pasang iklan modal feeling. Sekarang setiap elemen diuji, closing rate kami melonjak 3 kali lipat. Akhirnya marketing terasa seperti investasi.
Jangan tunda lagi. Mulai hari ini.
Ya, Saya Mau Bangun Tim Marketing Profesional Sekarang →